Jumat, 20 Januari 2012

Investasi via Gadget? Pikirkan dulu!


Dunia saat ini sudah sangat bergantung pada perangkat teknologi komunikasi. Hampir disetiap sendi kehidupan seakan-akan kita tidak bisa lepas dari gadget kita masing-masing. Anak seusia SMP pun sudah terbiasa untuk mengoperasikan perangkat komunikasi mereka. Baik untuk berkomunikasi sampai bermain. Orang tua pun tidak mau ketinggalan, sering dijumpai dipojok kafe, seseorang yang telah berumur sedanga asyik “menyentil” i-pad.
Gadget saat ini bukan hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang mudah dan efisien namun juga sudah menjadi lifestyle (gaya hidup). Kepemilikan gadget bahkan sekarang sudah digunakan untuk menandai kemakmuran seseorang. Ya, gadget sekarang sudah sampai kepada peralatan untuk meningkatkan prestise seseorang.
Namun terkadang ada sekelompok orang yang memiliki anggapan bahwa kepemilikan gadget dapat digunakan sebagai investasi. Mereka berpikir, berusaha membeli peralatan terbaru dengan teknologi termutakhir lalu kemudian jika sudah bosan akan menjualnya dengan harga yang diharapkan masih tinggi. Kalau pemikiran ini dilakukan sekitar 10 tahun lalu mungkin masih bisa diterima. Harga gadget yang cenderung stabil adalah salah satu indikator yang dapat dijadikan pegangan.
Pada kenyataan teknologi manufaktur gadget berkembang dengan pesat. Perusahaan-perusahaan raksasa teknologi dunia dalam waktu yang singkat mampu untuk memproduksi teknologi terbaru perangkat keras maupun perangkat lunak. Hampir setiap selang waktu tertentu produsen-produsen itu mengeluarkan update teknologi terbaru yang kadang mencengangkan. Dengan kondisi seperti itu, teknologi-teknologi yang terdahulu akan selalu tenggelam oleh teknologi terkini yang diproduksi. Padahal terkadang tingkat perbedaan dengan teknologi yang terbaru tidak terlalu siknifikan. Namun, perbedaan kecil itu sudah mampu untuk “menjatuh bebaskan” harga-harga teknologi yang terdahulu.
Berdasarkan fenomena diatas bisa dikatakan bahwa untuk saat ini gadget bukan digunakan untuk investasi. Kita harus mengubah paradigm berpikir kita tentang gadget untuk investasi. Cara pembelian gadget yang benar adalah sesuai dengan kebutuhan kita saat ini dan sesuai dengan kemampuan kita untuk membeli. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk memiliki teknologi terbaru, karena diyakini suatu saat pasti teknologi tersebut akan ada terus yang menggantikan.
Perlu diingat lagi bahwa teknologi terbaru terkadang tidak compatible dengan kebutuhan-kebutuhan kita. Akan menjadi sia-sia jika teknologi terbaru yang kita beli ternyata tidak mampu untuk meningkatkan produktivitas kita. Malah kita akan terus terjebak untuk mempelajari-mempelajari hal baru saja tanpa mampu mengoptimalkan kemampuan gadget kita.

Think wisely for purchasing our gadget.
Sekian
Salam dari pojokbumi
GK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar